Tampilkan postingan dengan label Soul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soul. Tampilkan semua postingan

Dari Subuh Sampai Maghrib

Diposting oleh chikal on Rabu, 21 Oktober 2009

Dari Subuh Sampai Maghrib

Perutku mau pecah telah terisi angin ribut
lapar memburuku dengan berkendara rasa
hingga laku bathin ini terus saja aku jalani


Dari subuh sampai maghrib aku mengalir
ke dalam curahan cahaya matahari, betapa
aliran kesibukan seharian penuh perjuangan

Pikiranku semakin jernih meniti tasbih
dalam keberkahan Tuhan yang telah tercurah
di bulan Ramadhan penuh pematangan ibadah

Dari subuh sampai maghrib, aku mencari
keridhaan Ilahi dengan bersafari zikir
dari perjalanan abadi menuju kedamaian hati

lanjut......

Cermin

Diposting oleh chikal on Minggu, 27 September 2009

CERMIN

Semakin mantap aku tancapkan diri di cermin
segala yang tampak nyata tak akan berubah
hingga sejuta bayangan pun pelan-pelan karam


Apakah arti puisiku ini dalam kemasan
sepiring mimpi, segelas ilusi jadi realisasi
di atas sebuah jamuan lesehan peradaban
tanpa menu makanan rohani utama yang lengkap
hanya khayal mengganjal omong kosong kehidupan kita
yang pada hakikatnya teramat sederhana saja

Cermin diri yang memasuki hati nurani
menjadi transparan buat lembaran pikiran
menyadari kenyataan kehidupan ini tak bisa dihindari

Pada akhirnya kuberi kesaksian kata-kata
yang harus dapat mengerti sebuah arti
bait demi bait puisi lantang kuteriakkan
betapa tajam menikam merobek cakrawala kehidupan
oh, malioboro menjadi kawah candradimuka jiwa
aku tetap tegar menentang sebuah kemapanan



lanjut......

GELOMBANG RAMADHAN

Diposting oleh chikal on Minggu, 30 Agustus 2009

Gelombang Ramadhan

Aku ingin membelah gelisah, bagaikan Musa
membelah lautan yang gelombangnya ketakmenentuan
dunia meraja di hati hingga telah terpelanting
dan Fir’aun pun tenggelam, betapa terlambat
kembali kepada kebenaran hakiki, hingga kini
menjadi palajaran dalam arus zaman ini yang
hempasannya lebih deras melindas kehidupan kita


Terhadap tanda-tanda zaman yang tertangkap
yang belum terlambat, betapa segalanya
mesti disadari lebih dini untuk mengerti
hingga hanya memperturutkan nafsu diri
menyeret kita dalam arus yang menenggelamkan

Ada kecipak makna yang tersirat
meniti aku pada buih-buih tasbih
terangkum dalam gelombang Ramadhan
yang mengangkat harkat kehidupan kita


lanjut......

Do'a

Diposting oleh chikal on Jumat, 31 Juli 2009

Prosesi Do'a Yang Dipanjatkan

Do'a demi do'a akan segera dipanjatkan,
sebelum hujan turun dari mendung yang lama menggantung
seperti tangis teramat lirih
dalam kepiluan tertahan, jiwaku tidak berpayung,

telah telanjang tengadah berpasrah hingga kuyup tubuhku
menggigil bukan karena kedinginan, tapi
kecemasan yang selalu menyelimuti segala ragu
terhenti langkahku seperti jarum
menancap pada keberadaan yang mengambang
aku kini bersujud, kepasrahanku pun mencair
menjelma zikir tiada henti seiring rintik
hujan yang diturunkan

Do'a demi do'a menaiki tangga langit
menuju 'Arsy dimana atas karunia-Nya
dicurahkan keberkahan
segala suka cita yang berhamburan
pada pelataran rumah, muara istirah kita
begitu hujan berhenti, kita tinggal memetik
hasil jerih payah selama ini dari harapan
tertanam yang dicipta bersama keringat
dan do'a yang dipanjatkan

lanjut......

Sendiri

Diposting oleh chikal on Jumat, 08 Mei 2009

Sendiri Bukan Tanpa Arti

Gerombolan gemerlapan mengepungku dari segala penjuru
aku tersudut bersama puisi, bersama dzikir sang nabi
yang masih mengalir, kesendirian tawarkan tawakkal
dengan melafadzkan firman Tuhan yang selalu membimbingku

Aku menjalani kesunyian sendiri, menabuh genderang alam
puisi seperti bukan apa-apa lagi, kini taka ada yang peduli
telah terusir dari istana kata-kata,
bagaikan sang pangeran yang tanpa bermahkota
menghadapi zaman yang serba sungsang

Aku keluar berjalan menyusuri trotoar, tak memperdulikan lagi
pada haus lapar yang diburu nafsu, hingga mengelepar-gelepar
di atas aspal panas, sementara rasa seakan mengerang, meledak
telah pecah berceceran sepanjang jalan , aku tetap bersemangat

Aku pun tetap melanjutkan perjalanan, seiring sang angin
menempuh derunya sendiri, sepanjang perjalanan sang waktu
yang selalu menuntun langkah-langkahku tiada pernah lelah
dengan terus mencari kesejatian, sendiri bukan tanpa arti

lanjut......

Dzikir

Diposting oleh chikal on Selasa, 28 April 2009

Kesunyian Dzikir yang Mengalir

Ada yang terlanjur kuucapkan sebelum sempat kusiapkan
segala kata yang akan berubah dalam pemahamanmu
tentang praduga yang gersang
sementara kesunyian dzikir terus mengalir pada setiap kali kesempatan,
ingin menyentuh dasar kesadaranmu
yang jauh hingga selalu menjadi prasangka baik

Pada semua yang akan tiba akan kuterima dengan pasrah
keluasan cakrawala membuka dada yang lapang
siap tertabur dari semua yang ada atas kuasa Tuhan alam semesta,
tapi kesunyian dzikir tak mungkin dipungkiri.
mengalir sendiri segala pengharapan pada kemurahan-Nya
hingga tergelar kebenaran yang nyata

Sampai batas mana aku berada dalam genggam penghayatan,
peran yang kita mainkan ini ingin menhjadi aktor terbaik
berbagai versi alternatif yang kuharapkan
dan biarlah kesunyian dzikir dihayati
mengalir pada muara yang sama dalam satu tujuan
kedamaian
bagi dirimu sendiri jiwa yang tentram.

lanjut......

Bidadari

Diposting oleh chikal on

Mencari Bidadari


Mencari bidadari, aku semakin terpaku
sepertitak ada lagi akan pilihan lain
selain terus-menerus mencari hanya dirinya

Dimana keberadaannya akan merampungkan pencarianku
dari setiap detik pun tentu akan semakin berarti
dengan tetap saja tiada akan lelah menjelajah
peta terumit melalui sebuah wilayah wingit
lika-liku perjalanan panjang menanjak, menikung
menempuh rindu yang beradu dendam padanya
betapa tak juga berlabuh hingga harapan tetap hampa

Kenapa kecantikannya seakan menerkam perasaanku?
karena memang gati siapapun akan mencurahkan rasa jatuh cinta
yang tak buta akan dinyatakan mata
betapa nanti tak berkedip pada pandangan pertama

lanjut......
Langganan: Postingan (Atom)