Dari Subuh Sampai Maghrib
Perutku mau pecah telah terisi angin ribut
lapar memburuku dengan berkendara rasa
hingga laku bathin ini terus saja aku jalani
Dari subuh sampai maghrib aku mengalir
ke dalam curahan cahaya matahari, betapa
aliran kesibukan seharian penuh perjuangan
Pikiranku semakin jernih meniti tasbih
dalam keberkahan Tuhan yang telah tercurah
di bulan Ramadhan penuh pematangan ibadah
Dari subuh sampai maghrib, aku mencari
keridhaan Ilahi dengan bersafari zikir
dari perjalanan abadi menuju kedamaian hati
Label:
Soul
Tafakkur
Segala yang terjadi di muka bumi ini semua karena ulah manusia sendiri, ya itu yang selalu saya ingat ketika ada kejadian yang menimpa kita semua. Kejadin gempa sumatera yang memakan banyak korban membuat saya berfikir apa yang salah pada perbuatan kita?Jika kita memandang hanya pada kejadian alam saja mungkin kita tidak akan pernah mau berpikir apa yang menjadi kesalahan kita sebagai makhluk yang telah dipercayai untuk menjadi khalifah di bumi.
Sekarang kita lihat saja secara teliti apa yang banyak hancur dalam peristiwa gempa selama ini? tidak lain adalah bangunan-bangunan yang kurang kokoh atau memang tidak diperhitungkan pada waktu pembangunannya untuk menghadapi gempa, yang membuat saya miris adalah hancurnya sekolah dimana tempat itu digunakan sebagai sarana menuntut ilmu yang bisa membentuk generasi2 baru yang lebih berguna untuk perkembangan agama, bangsa dan negara pada masa yang akan datang.
Bukan maksud mencari kesalahan dari pihak lain tapi memang hal ini tidak dapat di pungkiri lagi jika apapun bentuknya sekarang ini pasti berhubungan dengan uang, ya karena sudah jarang sekali saya pribadi menemukan pengajar yang ikhlas untuk mengamalkan ilmunya dan yang lebih adalah berapa banyak sekarang ini orang tua yang tidak mengeluh mengeluarkan biaya pendidikan anaknya, berapa jumlah para penerima amanat dari rakyat/pimpinan pusat yang menyampaikan amanat itu secara ikhlas??
Ya Allah maafkanlah kami yang selama ini selalu meremehkan sifatMu yang Maha Mengetahui..
Sahabat, mungkin kita jarang berpikir secara Qur'ani bahwa apapun yang kita lakukan selama ini pasti ada balasan dari Zat yang Maha.
Maafkan atas segala keangkuhan kami ya Allah.
Maafkan atas segala kebohongan kami ya Allah.
Maafkan atas segala kebodohan kami ya Allah.
Maafkan atas segala kedzoliman kami ya Allah.
Maafkan atas segala kesalahan kami ya Allah.
Terimalah amal baik saudara-saudara kami yang menjadi korban gempa selama ini...
Tempatilah mereka pada tempat yang baik di sisiMu ya Allah.. Amiin ya Robbal 'alamiin.
Label:
kenapa???
CERMIN
Semakin mantap aku tancapkan diri di cermin
segala yang tampak nyata tak akan berubah
hingga sejuta bayangan pun pelan-pelan karam
Apakah arti puisiku ini dalam kemasan
sepiring mimpi, segelas ilusi jadi realisasi
di atas sebuah jamuan lesehan peradaban
tanpa menu makanan rohani utama yang lengkap
hanya khayal mengganjal omong kosong kehidupan kita
yang pada hakikatnya teramat sederhana saja
Cermin diri yang memasuki hati nurani
menjadi transparan buat lembaran pikiran
menyadari kenyataan kehidupan ini tak bisa dihindari
Pada akhirnya kuberi kesaksian kata-kata
yang harus dapat mengerti sebuah arti
bait demi bait puisi lantang kuteriakkan
betapa tajam menikam merobek cakrawala kehidupan
oh, malioboro menjadi kawah candradimuka jiwa
aku tetap tegar menentang sebuah kemapanan
Label:
Soul
Langgan:
Entri (Atom)




