beberapa hasil jepretan nih..

Diposkan oleh chikal on Rabu, 27 Juli 2011










klo ada kawan-kawan yang mau pake jasa photo saya hub saya aja ya...021-92913730
ya siapa tau bisa terpuaskan heheheeee......

lanjut......

yoooooo......

Diposkan oleh chikal on Selasa, 25 Januari 2011

Makalah ke 35

Dari Hamid Al Lakaf bahwa telah datang kepadanya seorang lelaki yang bertanya "Berilah aku wasiat yang bermanfaat" maka ia berkata ia (Hamid Al Lakaf) berkata "Jadilah pembungkus agamamu, seperti pembungkus Ash Shuhuf (kitab-kitab suci)"



lalu ia ditanya, "Apakah pembungkus agama itu" ia menjawab "Pembungkus agama itu adalah jangan banyak bicara kecuali perlu, meninggalkan duniawi kecuali perlu, jangan bergaul dengan manusia kecuali yang perlu."
Nabi Sulaiman atau Luqman berkata "Apabila bicara uitu bagaikan perak maka diam bagaikan emas." Maksudnya adalah apabila bicara dalam kebaikan itu nilainya seperti perak maka diam dari kejelekan nilainya seperti emas.

Tambahan:
Menurut Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, manusia iitu terbagi menjad 4 bagian:
1. Orang berlisan tapi tidak berhati yaitu orang yang durhaka. hati-hatilah engkau jangan sampai seperti mereka.
2. Orang yang berlisan tapi tidak berhati sehingga ia bicara dengan hikmah (ilmu dan kata mutiara0 tapi tidak mengamalkannya. Ia mangajak manusia beriman dan beramal sholeh serta takwa kepada Allah sementara dia sendiri menjauhi Allah. Jauhilah mereka supaya kamu tidak tertipu oleh keindahan perkataan mereka yang bisa membuatmu terbakar oleh kemaksiatan atau terbunuh oleh kebusukan hati mereka.
3. Orang yang memiliki hati tapi tidak memiliki lisan, yaitu mukmin yang pandangannya ditutupi oleh Allah dari kejelekan makhlukNya dan Allah memperlihatkan aib dirinya sendiri, hatinya terang dan pandai bergaul. Orang ini termasuk wali Allah, maka bergaulllah engkau dengannya niscaya Allah mencintaimu.
4. Orang yang belajar dan mengajar serta mengamalkan ilmunya. Ia mengetahui tanda-tanda kebesaran Allah dan Allah melapangkan dadanya untuk siap menerima macam-macam ilmu. Karenanya dekatilah ia untuk meminta nasihat kepadanya.
Kemudian ketahuilah bahwa asal dari kata zuhud adalah menjauhi hal-hal yang diharamkan yang besar besar dan yang kecil, dan mengerjakan segala sesuatu yang diwajibkan baik itu yang mudah maupun yang sulit(berat) serta meninggalkan dunia kepada ahlinya yang sedikit dan yang banyak.

Keterangan:
Siapa tidak memiliki sifat wara' maka tidak sah baginya zuhud. Siapa yang yang tidak bertobat maka tidak sah baginya inabah. Siapa yang tidak qona'ah maka tidak sah baginya tawakkal dan siapa yang tidak bertawakkal maka tidak sah baginya taslim.
Wara' yaitu menjauhkan segala sesuatu yang diharamkan, yang dimakruhkan dan yang syubhat
Syubhat yaitu sesuatu yang tidak jeas hukumnya, halal atau haram.
Tobat yaitu menegakkan segala hak-hak Allah.
Inabah yaitu mengekluarkan hati dari segala kegelapan dan kesamaran.
Qona'ah yaitu hidup menerima apa yang di tentuka Allah atau hidup apa adanya.
Tawakkal yaitu menyandarkan diri atau mengharapkan sesuatu pada apa yang ada di sisi Allah dan tidak mengharapkan apa-apa yang ada di tangan manusia.
Taslim ialah berserah diri pada hukum Allah dan tidak menghindarkan diri dalam hal yang ia tidak setujui dengannya.

lanjut......

lanjuut......!!!!!!!!!

Diposkan oleh chikal on Jumat, 14 Januari 2011

Makalah ke 31

Dari Ibrahim bin adham ra. Yang ditanya tentang apa yang membuatnya bisa mencapai tingkat zuhud ia menjawab ada tiga perkara.
a. Bahwa kubur itu manakutkan, sedang saya tidak punya sesuatu yang bias menyelamatkan.
b. saya melihat perjalanan (dari dunia ke akhirat) sangat jauh, sementara saya tidak punya bekal.
c. Saya melihat kepada Allah yang Maha Perkasa mutlak sebagai hakim, sedang saya tidak memiliki alasan.


keterangan.
Ibrahim bin Adham adalah seorang raja yang meninggalkan kerajaannya lalu ia bersungguh-sungguh dalam beribadah di Mekkah dan beberapa negeri Islam.
Di alam risalah Al-kusairiyah disebutkan bahwa ia adalah Abu Ishaq Ibrahim bin Mansyur putra seorang raja dari negeri Balkan. Ketika pada suatu hari ia pergi berburu ke hutan ia menemukan seekor musang atau kelinci, saat ia sedang mengejarnya tiba-tiba terdengarlah suara hatif(suara tanpa rupa) yang berseru “ Hai Ibrahim apakah untuk ini (berburu) engkau diciptakan? Apakah engkau diciptakan untuk berburu?”
Kemudian hatif itu bersru lagi di sekitar pelan kudanya” Demi Allah bukan untuk ini engkau diciptakan dan bukan untuk ini engkau diperintahkan.”
Lalu ia turun dari k7udanya dan menemui seorang pengembala milik ayahnya. Kemudian ia mengambil baju jubah milik pengembala itu yan terbuat dari bulu dan mengenakannya dan menyerahkan kudanya dengan segala perlengkapannya. Setelah itu ia masuk ke pedalaman kemudian pergi ke Mekkah. Di Mekkah ia bersahabat dengan Sufyan Tsauri dan Fudhail bin I’ad, lalu ia pergi ke negeri Syam (Syiria). Ia makan dan minum dari hasil keringatnya sendiri seperti mengetam, memelihara kebun dan sebagainya.

Makalah ke 32

Diterima dari Sufyan Atsauri ra. Bahwa ia ditanya tentang hal yang dapat membuat diri berani dihadapan Allah SWT. Sufyan Tsauri menjawab :
Jangan berani karena mermiliki wajah yang tampan
Jangan berani karena memiliki suara yang merdu
Jangan berani karena memilki lisan yang fasih

Makalah ke 33


Ibnu Abbas ra. Mengatakan Zuhud terdiri dari tiga huruf yaitu zay ha dan dal. Huruf zay mengandung pengertian zaadun lilma’aad yang berarti perbekalan untuk kembali kepada Allah (akhirat), huruf ha mengandung penertian hudan liddiini yang berarti petunjuk atau agama dan huruf dal mengandung pengertian dawaamun ‘alath thoo’ati yang berarti taat kepada Allah secara terus menerus
Keterangan.
Orang yang zuhud akan selalu siap beramal sholeh untuk bekal hidup di akhirat. Orang yang zuhud akan selalu mengikuti petunjuk Allah dan memberikan petunjuk kepada orang lain kearah yang benar dan orang yang zuhud akan selalu taat kepada Allah dan Rosul-Nya.

Makalah ke 34


Ibnu Abbas pada kesempatan yang lain juga mengatakan huruf zay mengandung pengertian tarkuz ziinati yang berarti tidak mementingkan keindahan lahiriyah (bersolek), huruf ha mengandung makna tarkul hawaa
Yang berarti meningalkan kehendak hawa nafsu dan huruf dal mengandung makna tarkud dunya yang berarti meninggalkan dunia.

lanjut......
Langgan: Entri (Atom)